PRODUK DESA JANTEH

PRODUK UNGGULAN DESA

1. Tapai


        Potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Janteh mendorong warga Desa Janteh menjadi produktif, dimana mereka memanfaatkan komoditas singkong untuk diolah menjadi salah satu produk unggulan yang dimiliki Desa Janteh yaitu tapai. Produksi tapai telah dilakukan sejak 42 tahun lamanya, yaitu pada tahun 1977 oleh Ibu Latifah dan keluarga. Tapai dibuat dengan menggunakan bahan dasar singkong dan ragi, yang kemudian direbus dan dikemas menggunakan daun serta keranjang yang terbuat dari bambu. Setiap hari, tapai bisa diproduksi sebanyak ±200 keranjang tergantung pesanan dan dibandrol dengan harga Rp.2.500,- per keranjang. Rasa yang manis dan harga yang terjangkau, mengundang para konsumen khususnya para pendatang dari Desa Janteh. Usaha tapai ini dijual ke pasar dan juga dijual ke kota-kota. Kendala yang dihadapi dalam prroduksi tapai yaitu sulitnya dalam pembuatan keranjang yang digunakan sebagai kemasan dari produk tapai itu sendiri.
      Usaha tapai ini telah berkembang menjadi usaha yang mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan potensi-potensi desa, menciptakan lapangan pekerjaan serta sebagai penguat ekonomi guna meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Janteh.

2. Nasi Bebek

Selain pembuatan tapai, potensi lain yang dimiliki oleh Desa Janteh yaitu banyaknya warga yang mulai membuka sebuah peluang usaha dengan berjualan nasi bebek. Bebek merupakan hasil peternakan yang banyak ditemui di daerah kwanyar, khususnya Desa Janteh sehingga tidak heran bahwa Kwanyar terkenal akan kuliner nasi bebek. Salah satu warga Desa Janteh yang berjualan nasi bebek yaitu Ibu Hasiseh. Beliau sudah memulai usaha menjual nasi bebek sejak 3 tahun yang lalu dan dilakukan secara turun-temurun oleh saudara yang lainnya. Bebek dibeli dari peternak dimana beliau membeli sebanyak ±12 ekor potong bebek. Nasi bebek yang dijual dibanderol dengan harga Rp.13.000,- per bungkus. Keuntungan yang didapat dari hasil berjualan nasi bebek sebanyak Rp.1.000.000,- dan bisa lebih tergantung dari banyaknya pembeli.

Usaha nasi bebek ini telah menjadi usaha yang menjadi penguat ekonomi di desa ini dan keuntungan yang diperoleh sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PRODUK UNGGULAN KKN 31 UTM


Jagung merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Janteh. Selain harganya yang murah serta mudah didapat, masih minim warga yang mampu untuk mengolah jagung menjadi berbagai macam produk atau olahan dari jagung. Kehadiran kelompok KKN 31 UTM menjadi jembatan agar warga Desa Janteh dapat kreatif, produktif dan inovatif dalam mengolah olahan jagung. Kami KKN 31 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan pelatihan pengolahan pangan dengan memanfaatkan jagung sebagai bahan utamanya. Kami membuat cornflakes rasa-rasa dan cornflakes cokelat dan dikemas menggunakan standing pouch dan toples plastik, yang mana kami melakukan demo atau sosialisasi kepada ibu-ibu Desa Janteh di balai desa mengenai bagaimana cara mengolah jagung menjadi sebuah olahan jagung yang dapat meningkatkan nilai jual olahan tersebut. Ibu-ibu sangat antusias terhadap sosialisasi pengolahan produk pangan tersebut, karena corrnflakes dapat dijual dan dapat dijadikan kue lebaran maupun sebagai oleh-oleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar