PENDIDIKAN

SDN JANTEH 1
Desa Janteh merupakan desa yang terbilang cukup baik dalam segi pendidikan. Hal ini terlihat dari adanya dua sekolah dasar negeri yang ada di desa ini yaitu SDN Janteh 1 dan SDN Janteh 2. Pada tahun 1977, dua sekolah ini tergabung dalam satu area dengan nama SDN Janteh 1. Selanjutnya pada tahun 1984, dibangunlah SDN Janteh 2 yang lokasinya tepat berada di belakang SDN Janteh 1.
SDN Janteh 1 dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang bernama Mashudi, S.Pd sejak tahun 2014 hingga saat ini. SDN Janteh 1 memiliki 6 ruang kelas dan 1 ruang guru dengan jumlah siswa sebanyak 112 siswa dan 9 guru yang sudah termasuk kepala sekolah. Dana Bantuan Operasional Sekolah dikelola dengan baik oleh sekolah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan siswa. Kendala yang dihadapi oleh SDN Janteh 1 yaitu masih ada beberapa bangunan yang belum direnovasi oleh pemerintah dan ketika musim hujan tiba, atap kelas menjadi bocor sehingga hal ini menjadi kendala karena sarana yang tidak mendukung untuk proses belajar mengajar. Harapan kepala sekolah Mashudi, S.Pd untuk SDN Janteh 1 agar SDN Janteh 1 dapat lebih maju, serta sarana dan prasarana dapat tercukupi sesuai dengan standar yang ada. Dengan adanya sarana dan prasarana yang mendukung ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak mereka untuk bersekolah di SDN Janteh 1.

SDN JANTEH 2
Lain halnya dengan SDN Janteh 2, SDN Janteh 2 dipimpin oleh kepala sekolah yang bernama M.Shadik, M.PdI yang menjabat dari tahun 2018 hingga saat ini. SDN Janteh 2 memiliki 7 ruang kelas dan 1 ruang guru dengan jumlah siswa sebanyak 135 siswa dan 6 guru kelas serta 1 guru agama. Dana Bantuan Operasional Sekolah juga dikelola baik oleh sekolah dimana bantuan dana tersebut sekolah gunakan untuk membeli seragam sekolah dan buku pelajaran. Namun sayangnya, keteerlambatan datangnya buku pelajaran menjadi kendala bagi SDN Janteh 2. Dimana buku yang dipesan untuk semester 1 terlambat datang hingga pada semester 2. Hal ini menyebabkan buku pelajaaran semester 1 tidak dapat digunakan ketika di semester 2. Ketidaktanggapan pihak dinas dalam mendistribusikan buku pelajaran menghambat kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Selama masa jabatan M.Shadik, M.PdI, beliau menerapkan program bagi siswanya untuk kultum dan mengaji setiap pagi sebelum pelajaran dimulai dengan harapan siswa-siswanya dapat menjadi penerus bangsa yang berkarakter.
Dari kedua sekolah yang ada di Desa Janteh ini, besar harapan semua pihak agar SDN Janteh 1 dan SDN Janteh 2 dapat mencetak generasi penerus yang dapat memajukan desa Janteh serta desa Janteh dapat jauh lebih baik lagi dalam segi pendidikan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar