PENDIDIKAN

        Janteh merupakan salah satu nama desa yang berada di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Dari segi pendidikan, Janteh termasuk desa yang akses pendidikannya sudah cukup baik, terbukti dengan adanya dua sekolah dasar di desa ini, yaitu Sekolah Dasar Negeri Janteh 1 dan Sekolah Dasar Negeri Janteh 2. Pada awal berdiri, yaitu pada tahun 1977, dua sekolah dasar ini tergabung menjadi satu sekolah di area yang sama dengan nama SDN Janteh 1. Baru pada tahun sekitar 1984, SDN Janteh 2 dibangun tepat di belakang SDN Janteh 1. Kedua sekolah ini sama sama memiliki 6 ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa.

SDN Janteh 1 memiliki jumlah total siswa 112 orang mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Sedangkan SDN Janteh 2 memiliki 135 total jumlah siswa. Guru-guru yang mengajar di dua sekolah dasar ini bisa dikatakan sudah cukup dan lumayan mumpuni. Satu kelas akan ditangani oleh satu orang guru yang mengajar semua mata pelajaran. Guru-guru yang mengajar sudah melalui proses penyaringan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan. Dana Bantuan Operasional Sekolah juga mengalir secara baik di dua sekolah dasar di Janteh ini. Semenjak diberhentikannya sistem SPP, SDN Janteh 1 dan SDN Janteh 2 mengandalkan dana BOS dan dana bantuan pendidikan lain untuk menunjang keperluan pokok siswa yang rata-rata orang tuanya merupakan buruh tani dengan keadaan finansial yang serba berkecukupan. Dana-dana tersebut yang kemudian dikelola oleh sekolah untuk membagikan seragam gratis dan membeli buku pelajaran. Namun yang menjadi kendala adalah keterlambatan datangnya buku. Sistem pemesanan buku yang berlaku saat ini mewajibkan sekolah untuk melakukan pemesanan melalui Dinas, tidak boleh langsung pada pihak penerbit. Ketidaktanggapan pihak Dinas dalam mendistribusikan buku pelajaran ke sekolah-sekolah di desa Janteh menjadi kendala dalam proses belajar mengajar. Siswa-siswa yang seharusnya sudah mendapatkan buku seminggu setelah tahun ajaran baru dimulai, tidak bisa langsung mendapatkan buku. Menurut penjelasan kepala sekolah di kedua sekoaha dasar ini, buku datang berbulan-bulan setelah tanggal pemesanan.

Kendala lain yang dialami oleh kedua sekolah ini adalah sistem kurikulum baru yang coba diterapkan pemerintah, yaitu K13. Baru-baru ini, pada tahun 2018, guru-guru SDN Janteh 1 maupun SDN Janteh 2 diwajibkan mengikuti pelatihan terkait kurikulum K13 yang baru akan diterapkan pada kelas 1 dan kelas 4. Guru-guru sebenarnya sudah mengaku siap menerapkan kurikulum ini. Namun, lagi-lagi yang menjadi kendala adalah buku ajaran. Keterlambatan datangnya buku membuat KBM terkendala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar